Jumat, 15 Mei 2020

Jalanku... JalannNYA

Semua belum berakhir, ini adalah awal dari semua. Dimana semua yang terlihat jauh, tak mungkin tanganku menjangkau. Seperti ada di dalam semak belukar yang tak bisa dan tak pernah tahu arah pulang. Kesepian kah ini? Aku rasa bukan. Semua pintu- pintu tertutup, adakah yang tertarik? Saat aku mulai kehilangan rasa dan imajinasiku ini. Dimana semua yang dulu pedulikan aku, aku bisa membawamu terbang tinggi. Kubuat kau menjadi pesona. Semua redup disaat keingina hasrat yang sudah aku pikirkan akan terjadi. Haruskah aku menyalahkan keadaan ku ini?
awan terang mulai terlihat, jalan panjang kini membentang asri hijau. Terlihat hijau dengan udara nan sejuk hhhmmmm.... semua jalan ini akan aku lalui, tapi aku tidak khawatir karena aku selalu bersamaNya.
(Denting Siang Ndubean 16-05-2020)

insparsi yang hilang

Malam yang penuh inspirasi, begitu cepat berlalu. Sudah lama aku tak bersua dengan gelombanh-gelombang suara yang bisa menggambarkan jalan lurus yang indah. Penuh dengan pemandangan dengan angin semilir nan sejuk. Tapi apakabar teman teman seperjuanganku dalam berkarya, yang kini sibuk dengan rutinitas duniawai. Aku cuma mau kasih tau, masih banyak mimpi kita yang belum kita gapai kawan. Dimana jiwa keegoisan dan ke narsisan kita saat berkarya? Apakah masih melekat?atau sudah kau patahkan? Sehingga kau tak sanggup lagi terbang didalam kesepian mu itu. Masih banyak dimensi dimensi yang belum kita lalui, masih sanggupkah kamu mengumpulkan kenangan-kenangan yang beserakan di setiap sudut-sudut kota yang selalu mengikat kita dalam kesedihan. Kita hanya bisa tersenyum melihat mereka sang inspirasi kita yang sudah tidak berada disampingku telah menghilang dan lenyap dari hatiku, karena mereka sudah menemukan jalan-jalan mereka.
Namun tahu kah kamu kawan kamu-kamu adalah soulmate ku, ingatkah kejenuhan ini akan segera berakhir, jadi tunggulah aku di gerbonk itu.., yahh benar di Gerbonk 31
(Dentingan sore Ndubean 15-05-2020)

Rabu, 13 Mei 2020

Harapan untuk Bumiku

Dunia saat ini sedang muram, dengan umur yang sudah tak lagi muda. Menahan semua gempuran dari egois nya umat manusia yang hanya menumpang didunia ini. Sampai kapan engkau kuat menahan emosi kami? Sampai kapan kau kuat menahan keserahkan kami?
dari kami yang sangat mengerti keadaanmu hanya bisa bertelut dan berdoa untukmu, agar engkau kuat dengan semua sikap kami.
dengan hembusan virus ini, apakah itu menjadi obat buatmu? Semua ke egoisan umat manusia pun di kikis, pergerakan umat kami pun di dunia terhenti total. Dan membuat kami menjadi berdiam diri dan intropeksi untuk dirimu hai dunia. Menjadikan kami umat manusia semakin dekat pada sang Pencipta dengan penuh harapan. Bilamana virus ini berlalu, akan kami dapat selalu mengingat dan memperhatikanmu?
kami hanya bisa sujud berdoa agar kau tetap kuat menahan sikap-sikap kami, agar anak cucu kami bisa hidup lebih baik dari kami yang hidup di hari dan masa ini.
(Dentingan Siang Ndubean 14/05/20)

Untukmu Istriku

Tahu kah kamu bahwa bukan aku yang memilih kamu untuk jadi Istriku?
tapi Tuhanlah yang memilihkan aku agar kau mau menjadi Istriku. jadi tidak ada alasan untuk aku, untuk tidak sayang dan mencintaimu. Tuhan menghadirkan kamu didalam hidupku saat aku sedang patah dan penuh kegalauan. Saat aku hendak berjalan entah kemana tujuanku yang buram itu.
hei kamu yang selalu bersama aku, yang selalu pusing akan sikap aku, yang mau berjalan bersama hadapi hidup ini, disaat gambar terasa buram dan kabut hitam pekat selimuti kita aku tetap pegang tanganmu, dan ku bawa kau tempat yang terindah. Aku janji akan ku bawa kau ke tempat yang terindah yang kekal dan selamanya.
Untukmu Istriku
(Melody Malam Ndubean 13/05/20)

Indahnya Kasih Orangtua

Di masa pandemi covid 19 ini, yang dimana-mana daerah melakukan lockdown (mengunci daerahnya) agar masyarakt tidak keluar masuk daerah tersebut untuk memutus rantai penularan virus covid 19 atau yang kita kenal dengan nama virus corona.
aku yang sudah hampir 2 bulan lebih tidak berjumpa dengan kedua orang tua ku yang jauh berada dikota kelahiranku, sungguh rindu ini sangat berat kepada beliau beliau yang terhormat. Aku hanya yang bisa bersua melalui alat komunikasi saja yang masih kuanggap tidak cukup untuk meredakan rasa emosional ku yang berkecambuk dihatiku.
Dan aku pun sangat merasa bahwa beliau-beliau disana pun pasti sangat khawatir dengan keadaan ku disini, karena di daerahku sudah termasuk zona merah.
aku rindu, rindu akan semua nya...
(Denting Sore Ndubean 13/05/20)

Selasa, 12 Mei 2020

Hujan Pasti Reda

Malam ini aku terseret oleh hasrat dingin nya hujan di malam hari begitu ganas menghujam atap rumahku. Kilat menyambar menjadi backsound ditengah kesunyian. Hati ini bergumam kenapa semua ini bisa terjadi lagi, malam yang telah dan akan kulalui haruskah seperti ini lagi??
aku selalu teringat dimana disaat aku sedang mandi, pasti terlintas olehku saat ragaku sudah tidak ada di dunia ini, saat aku harus meninggalkan semua, saat aku ada dikehidupan yang lain. Dan aku menjadi gemetar dan takut akan semua hal itu. Kadang sampai- sampai aku berteriak ketakutan hingga akhir nya aku tesadar kembali.
mengapa aku harus takut akan semua hal itu, karena semua manusia pasti merasakan hal itu namun dengan cara yang berbeda- beda sesuai Tuhan yang mau inginkan.
hinggapi kau dengan kasihMu Tuhan, dan yakinkan aku hujan pasti akan reda.
(MeldoyMalamNdubean 13/05/20)

Senin, 11 Mei 2020

harus nya kita bersyukur

Mulai terdengar isu beras bantuan sosial yang diberikan untuk masyarakat yang terkena pandemi covid 19, ternyata berasnya kurang bagus, beras nya bau apek, beras nya berwarna kuning, beras nya kutuan dan masih banyak lagi keluhan- keluhan dari masyarakat.
awal nya aku tidak percaya akan semua hal itu, yang menurut aku hanyalah sebuah isu belaka, tapi pagi tadi telah masuk sebuah pesan WA dari kaka aku yang seorang guru berkeluh kesah tentang beras tersebut.
ternyata apa yang kudengar selama ini benar, siapa yang salah atas semua nya ini? Oknum tersebut bisa saja bersembunyi dari kita masyarakat ini tapi di tetap terlihat di mata Tuhan.
(Dentingan Siang Ndubean 12/05/20)

Menanti mimpi

Sudah beberapa kali bayangan selalu melewati pikiran aku ini, mungkin aku butuh kekuatan untuk dapat melihat dengan jelas.
Setelah langkah yang aku lewati teramat terjal, saat aku mendengar bisikan suara nya yang kala itu selalu berputar-putar dalam otakku ini. Haruskah semua ini ku sesali?
Bila kuingat-ingat kembali ada rasa penyesalan dalam diriku, tapi semua sudah dibelakang kisahku ini dan aku harus tetap maju melangkah.
hanya tawa penuh sinis yang sekarang aku terima, sangat sulit untuk aku bangkit dalam keadaan ini. Semua serasa mengikat aku, aku butuh teman, aku butuh inspirasiku, aku butuh itu semua. Sekarang aku mulai tidak mengenali siapakah diriku ini, semakin jauh meninggalkan semua. aku ingin menjemput mimpiku, menjemput diriku yang kini mulai menjauh. Tuhan rekatkanlah diriku ini kedalam ragaku, keadaan yang hampir membuat aku menyerah dan kalah. Kini aku berlutut dan bertelut berdoa kepadaMU.
sampaikanlah salam rindu ku ini kepada diriku dari ragaku ini. (Ndubean 12/05/20)